SMAN 1 SARADAN

Bisnis Produk Lifestyle Pria Melonjak di Kuartal Ini

Angka penjualan produk lifestyle pria di Indonesia melonjak tajam sepanjang kuartal pertama 2026. Bukan lonjakan kecil-kecilan — beberapa laporan dari platform e-commerce lokal mencatat pertumbuhan hingga 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bisnis produk lifestyle pria rupanya tengah menikmati momentum yang sulit diprediksi sebelumnya, dan menariknya, tren ini tidak hanya terjadi di kota besar.

Coba bayangkan: dua atau tiga tahun lalu, pria Indonesia yang membeli skincare khusus wajah masih sering dianggap aneh oleh lingkungan sekitarnya. Sekarang? Tidak sedikit yang malah saling merekomendasikan produk perawatan rambut, serum wajah, hingga parfum niche di grup WhatsApp kantor. Pergeseran ini bukan sekadar soal tren kecantikan — ini soal cara pandang pria terhadap diri sendiri yang sedang berubah cukup fundamental.

Yang lebih mengejutkan lagi, segmen ini tidak hanya didominasi anak muda. Pria di rentang usia 30 hingga 45 tahun justru menjadi kontributor transaksi yang cukup signifikan, terutama untuk kategori produk premium seperti grooming kit, parfum, dan aksesori fashion pria. Jadi, apa sebenarnya yang mendorong lonjakan ini?

Bisnis Produk Lifestyle Pria: Apa yang Sedang Terjadi?

Data dari beberapa agregator riset pasar menunjukkan bahwa kategori men’s lifestyle — mulai dari perawatan kulit, aksesori, pakaian kasual premium, hingga suplemen kesehatan — tumbuh lebih cepat dibanding kategori fashion wanita dalam dua kuartal terakhir. Ini bukan kebetulan. Ada beberapa faktor struktural yang menopang pertumbuhan ini.

Perubahan Perilaku Konsumen Pria yang Makin Sadar Penampilan

Banyak orang mengalami ini secara langsung: setelah pandemi berlalu dan rutinitas tatap muka kembali normal, ada semacam “kebangkitan kembali” dalam hal penampilan. Pria mulai lebih memperhatikan detail — mulai dari potongan rambut, kondisi kulit, hingga pilihan wewangian sehari-hari. Influencer pria di media sosial turut berperan mempercepat proses ini. Konten soal morning routine pria, skincare for men, hingga ulasan parfum kini mendapatkan jutaan tayangan di platform video pendek.

Merek-merek lokal juga pintar membaca situasi. Mereka tidak memposisikan produknya sebagai “produk kecantikan untuk pria” yang terkesan tabu, melainkan sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan percaya diri. Framing seperti ini ternyata jauh lebih efektif dan langsung diterima pasar.

Ekosistem Bisnis yang Makin Mendukung Pertumbuhan Segmen Ini

Dari sisi pelaku usaha, peluang di segmen men’s lifestyle semakin menarik karena margin keuntungannya relatif lebih tinggi dibanding kategori komoditas. Produk grooming premium, misalnya, bisa dijual dengan harga tiga hingga lima kali lipat dari produk massal, sementara biaya produksinya tidak selalu berbanding lurus.

Nah, ekosistem distribusinya juga makin matang. Marketplace besar kini punya laman khusus kategori pria, brand lokal mulai menembus toko ritel modern, dan sistem langganan (subscription box) produk lifestyle pria perlahan mulai mendapat peminat setia. Beberapa startup bahkan berhasil menutup putaran pendanaan awal khusus untuk membangun merek men’s grooming lokal di awal 2026 ini.

Produk Apa Saja yang Paling Laris?

Kalau ditelusuri lebih dalam, tidak semua kategori tumbuh dengan kecepatan yang sama. Ada segmen yang memimpin, ada yang masih merangkak.

Skincare dan Grooming Pria Mendominasi Chart

Produk perawatan wajah untuk pria — facial wash, pelembap, dan serum anti-kusam — menjadi yang paling banyak dicari. Menariknya, konsumen pria cenderung lebih loyal terhadap satu merek dibanding konsumen wanita, sehingga retention rate-nya tinggi. Ini tentu kabar baik bagi para pelaku bisnis yang ingin membangun merek jangka panjang.

Aksesori dan Fashion Kasual Premium Ikut Naik

Di luar perawatan tubuh, aksesori seperti jam tangan kasual, dompet kulit lokal, dan sepatu sneakers edisi terbatas juga mencatat pertumbuhan solid. Kolaborasi antara merek lokal dengan desainer muda turut mengangkat citra produk buatan Indonesia di mata konsumen pria yang makin kritis soal estetika.

Kesimpulan

Lonjakan bisnis produk lifestyle pria di kuartal ini bukan sekadar euforia sesaat. Ada pondasi nyata di baliknya — perubahan perilaku konsumen, ekosistem bisnis yang makin matang, dan merek-merek yang semakin paham cara berkomunikasi dengan audiens pria modern. Bagi pelaku usaha, ini adalah sinyal kuat bahwa segmen ini layak digarap serius, bukan hanya sebagai pasar sampingan.

Ke depan, persaingan di segmen ini dipastikan akan semakin ketat. Merek yang bisa menggabungkan kualitas produk, narasi yang autentik, dan distribusi yang efisien akan menjadi pemenang. Konsumen pria Indonesia sudah semakin cerdas — mereka tidak lagi membeli hanya karena harga murah, tapi karena merasa produk itu memang untuk mereka.


FAQ

Kenapa bisnis produk lifestyle pria bisa tumbuh begitu cepat di 2026?

Pertumbuhannya didorong oleh perubahan pola pikir konsumen pria yang makin peduli pada penampilan dan gaya hidup sehat. Ditambah, ekosistem distribusi digital yang matang membuat produk-produk ini lebih mudah diakses oleh konsumen di berbagai daerah, bukan hanya kota besar.

Apakah segmen ini hanya cocok untuk merek premium atau brand lokal juga punya peluang?

Brand lokal justru punya peluang besar karena bisa menawarkan harga yang lebih terjangkau dengan narasi “bangga buatan Indonesia” yang sedang relevan. Banyak merek lokal yang berhasil bersaing di segmen mid-range dengan kualitas yang tidak kalah dari produk impor.

Produk lifestyle pria apa yang paling potensial untuk dijual secara online?

Produk grooming seperti facial wash, pelembap, dan pomade rambut paling banyak dicari secara online karena mudah dideskripsikan dan tidak perlu dicoba langsung sebelum dibeli. Aksesori seperti dompet dan jam tangan kasual juga laris, terutama jika didukung foto produk berkualitas dan ulasan pengguna yang jujur.

Exit mobile version